Baca Berita

NUSANTARA Mendongeng di 25 RPTRA Jakarta Utara Kembali Digelar

19 April, 2019

kakdina Berita

 oleh Bobby / Editor oleh Bobbby San Posted on 23 February 2019 

 

Strategi.id – Kegiatan Mendongeng di 25 RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Jakarta Utara kembali digelar oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara (Sudinpusip Jakut) bekerjasama dengan Jaringan Anak Nasional (JARANAN).

Pada sabtu ini yang diterjunkan 12 orang pendongeng di 12 RPTRA. Dan besokpada hari minggu,24 Februari 2019 kembali diturunkan 13 pendongeng di 13 RPTRA yang berbeda, sabtu ini (23/2/19).

Kedua belas pendongeng yang diturunkan hari ini adalah; Kak Mumun, Kak Dina, Kak Yayat, Kak Rizal, Kak Sandi, Kak Dimas, Kak Fauziah, Kak Ramli. Feat Cak Rohim, Kak Mardiansyah, Kak Marhayani, dan Abah Basuni.

 

Terlihat wajah ceria anak-anak usia PAUD, TK dan SD. Kelas rendah saat menyimak cerita seru dari kakak-kakak pendongeng di RPTRA yang sambanginya. Kegiatan pun menjadi tambah seru dengan gerak dan nyanyi bersama anak-anak.

 

Piimpinan Sudinpusip beserta jajarannya pun terlihat turun langsung dan membuka kegiatan itu di RPTRA-RPTRA berbeda. Diantaranya yang memberi kata sambutan di kegiatan itu adalah Kepala Sudinpusip Jakut Bambang Chaidir Sunarto, Kasie (plt) Perpustakaan Endang Wastiati, dan Kasubbag Tata Usaha Etty Sufianti.

Dalam sambutannya di RPTRA Bawang Putih yang terletak di jalan Kebon Bawang VII Tanjung Priok Jakut. Kasudinpusip Bambang Chidir Sunarto menjelaskan bahwa salah satu konsen instansinya selain terkait dengan masalah kearrsipan. Juga pada upaya pembudayaan minat baca mayarakat Jakarta Utara.

“Di tahun ini kegiatan-kegiatan kemasyarakatan Sudinpusip terkait pembudayaan minat baca cukup banyak yang dilakukan di RPTRA-RPTRA. Diantaranya workshop jurnalistik, workshop membuat vlog, mendongeng dan masih banyak lagi, ” katanya.

Dongeng dan Formula JARANAN

Sementara itu Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nasional (JARANAN) Nanang Djamaludin mengatakan kegiatan mendongeng di 25 RPTRA Jakut yang digelar oleh Sudinpusip Jakut merupakan kegiatan tepat dan positif. Sebagai salah satu cara dalam rangka merangsang pembudayaan minat berliterasi anak.

Menurutnya, Mendong terhadap anak masuk di dalam empat formula dasar. Penumbuhan dan pembudayaan minat dan daya literasi anak usia dini yang dikembangkan JARANAN.

Keempat formula dasar itu harus dihadirkan perwujudannya. Dalam mengawal dan mengiringi gerakan literasi yang berbasis pada keluarga, masyarakat, maupun lembaga pendidikan. Keempatnya itu disebut Nanang sebagai formula dasar READ.

“R dalam READ adalah “Riangkan hati bersama anak”. Hanya dengan hati yang rianglah segala nilai-nilai, karakter dan kemampuan dasar. Yang positif akan mampu diinjeksikan secara cepat dan mudah ke dalam sistim memori otak dan memori otot anak.”

Lalu E dalam READ menurut Nanang adalah eratkan kaitan antara yang diharapkan orangtua terhadap anak. Dengan kecenderungan kebiaaan sehari-hari si orangtua itu sendiri.

Artinya, jika orangtua menghendaki anaknya memiliki minat dan daya baca yang kuat. Maka orangtua pun harus menunjukkan dalam kesehariannya pada anak. Bahwa sebagai orangtua ia memiliki minat dan daya baca buku-buku lezat yang kuat.

Bukan malah sebagai orangtua, misalnya, memiliki minat dan daya berswafoto yang tinggi. Atau kuat dalam hal membaca pesan singkat medsos saja dengan melupakan pemupukan karakter positif anak.

 

“Lalu A dalam READ adalah angsur kosa kata kepada anak sebanyak-banyaknya sejak awal kehidupannya. Seorang anak akan terbentuk menjadi seorang pembaca buku dan pengetahuan yang tangguh, bahkan amat potensial menjadi.produsen ilmu, ketika kosa kata yang berhasil dikuasainya saat masuk SD kelas rendah mencapai kisaran 8.000-12.000 kosa kata,.” papar pria yang juga konsultan keayahbundaan dan perlindungan anak itu.

Dan D dalam READ, ujar Nanang, adalah dongengi Anak dengan cerita-cerita atau kisah-kisah bermutu yang sarat pembelajaran moral berharga, yang berasal dari khasanah cerita lokal nusantara maupun dunia.

“Salah satu fungsi dongeng diantaranya juga untuk mengangsur kosa kata kepada anak agar kosa kata yang dikuasainya semakin kaya. Yang dari situ menjadi modal dasar bagi anak untuk menjadi pembaca mula-mula yang dapat berkembang menjadi seorang pembaca yang tangguh. Bahkan kelak bisa menjadi produsen pengetahuan,” pungkasnya.

Kirim Komentarmu!

Komentar Terbaru

keyboard_arrow_up