Pendongeng Rekor MURI Hadir di Palembang

PALEMBANG, KS-Balai Bahasa Sumsel, hari ini (5/9) mendatangkan Awam Prakoso, Pendongeng Nasional. Awam merupakan salah satu pendongeng yang baru-baru ini memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Awam Prakoso hingga kini aktif sebagai Ketua Kampung Dongeng Indonesia.

Frenky Daromes, S,Pd, Ketua Panitia mengatakan, acara ini diselenggarakan di gedung Galeri Cipta di Jalan Seniman Amri Yahya, Kompleks Taman Budaya Sriwijaya, Seberang Ulu (SU) I Jakabaring Palembang. Menurutnya, program ini digelar  sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan dongeng kepada anak-anak, khususnya murid tingkat sekolah dasar (SD).

Frenky Daromes, S,Pd, kepada Kabar Sumatera menyebutkan, program mendongeng yang dibantu ‘warga’ dari Kampung Dongeng Palembang ini diikuti 200 Peserta yang terdiri dari murid tingkat SD di lingkungan Kota Palembang, Prabumulih, dan Lahat.

Melalui kegiatan mendongeng ini, menujrut Frenky, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap cerita-cerita yang berkembang di Sumsel, sekaligus meningkatkan apresiasi siswa terhadap sebuah karya sastra, serta dapat mempelajari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita-cerita tersebut.

Lebih lanjut Frneky mengatakan melalui tema : “Dongeng Sumsel sebagai Salah Satu Warisan Budaya Bangsa” diharapkan dapat mengingatkan warga di Sumsel terutama anak-anak siswa SD terhadap cerita-cerita rakyat di Sumsel yang nyaris terlupa.

Menurutnya, berdasarkan hasil inventarisasi yang telah dilakukan Balai Bahasa Sumsel, sangat banyak cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Sumsel yang perlu diangkat kembali ke publik. “Hal ini menjadi aset  yang sangat berharga bagi Sumsel jika dapat dimaksimalkan pemanfaatannya,” tegasnya, (4/9).

Mengutip sejumlah sumber, Frenky mengatakan, dongeng adalah cerita yang lahir dari khayalan pengarang (Badudu, 1986:44). Jadi, dapat juga dikatakan jika dongeng adalah cerita rekaan yang dibuat oleh pengarangnya. “Melalui media dongeng, baik dongeng kreatif maupun dongeng-dongeng yang memang berkembang di masyarakat, banyak nilai-nilai luhur yang dapat kita pelajari, misalnya: kejujuran, keadilan, kesetiakawanan, persahabatan, dan sebagainya,” tambahnya.

Lebih lanjut Frenky mengatakan, Balai Bahasa Provinsi Sumsel, sebagai salah satu dinas yang salah satu tugas pokok dan fungsinya melakukan pengembangan dan pembinaan bahasa melakukan kegiatan mendongeng bersama ini, sebagai upaya untuk memperkenalkan dongeng-dongeng ‘asli’ Sumsel yang selama ini masih kurang mendapatkan perhatian di masyarakat.

Anak-anak lebih mengenal dongeng-dongeng yang berasal dari luar dari pada dongeng daerah sendiri. Padahal, Sumatera Selatan memiliki banyak cerita dongeng yang tidak kalah menarik dengan daerah lain, misalnya: si Pahit Lidah, si Pandir, Dampu Awang, Serunting Sakti, Putri Rambut Putih, si Kancil, dan cerita dongeng lainnya,” tegasnya.

TEKS : RELEASE BALAI BAHASA SUMSEL
EDITOR : IMRON SUPRIYADI

Sumber : Kabar Sumatra

Comments