Entaskan Sampah Emosi, lalu penuhi tangki Cintamu

Pagi-pagi aku sdh dikerubutin anak2 di saungku. Pasukan krucil berseragam ini datang tak diundang ƗƗɐ:DƗƗɐ:DƗƗɐ"̮  Dugaanku benar, Olive lah yg memimpin pasukan. Mereka tak mau berangkat ke Sєќoιαн sblm menyelesaikan masalah. MASALAH?? Haduh kecil2 punya masalah apa?  #:-sCάppέñâ ϑέђ=))

"10 meniiiiiiit ªjª kak, ini penting!" Akupun mengangguk lalu menyimak penjelasan mereka sembari tersenyum melihat perdebatan antara mereka.

"Iiiih, kok kak awam senyum2 ªjª sih. Gimana dong kak. Olive gak mau disalahkan gara-gara tdk mau ngajarin teman2 origami kemarin. Tapi krn temen2 mintanya pas Olive disuruh bantu ibu jemurin baju." :p

Mendengar obrolan mereka aku sengaja senyum2 cukup lama. Lama lantaran berfikir kisah apa yg hrs aku angkat berkaitan dgn persolanan ini. 5 menit senyum2 dgn ekspresi melucu, padahal galau blm nemu jg kisahnya:'(  . Ekspresi mulutku yg kuncup ϑαπ pipi menggelembung malah membuat mereka tertawa ngakak.

Ekspresiku ternyata berhasil mjd "Teknik Pembuka Sebelum Cerita". Setelah hati mereka Lebur, Ceria, Ceritapun kumulai. Berhasil! mereka manggut2 terinspirasi, saling memaafkan dan beriringan berangkat Sєќoιαн sembari kejar2an lagi.

Saat diperjalanan ini aku berfikir, bhw sifat pemaaf itu bukanlah satu perbuatan mudah dilakukan. Tadi sempat kusampaikan juga pd olive dan teman2nya tentang sabda Nabi Muhammad : “Bukanlah orang yg kuat itu (dinilai) dgn (kekuatan) dlm pergelutan, sesungguhnya orang yg kuat ialah orang yg dpt menguasai dirinya ketika marah.” (Hadis riwayat Bukhari).

Sifat pemaaf memberi manfaat besar kpd diri sendiri terutama dr segi ROHANI. Untuk itu, Please deeh, yg lagi marah ama seseorang, berupayalah utk mengentaskan sampah emosi yg bersarang dalam dirimu.

~Awam Prakoso~