Dari titik mula di Ciputat, nilai gerakan, hingga ambisi jangka panjang: halaman ini menata kisah asal Kampung Dongeng menjadi bacaan editorial yang mudah diikuti.

Gerakan ini berangkat dari pengalaman Kak Awam yang berulang kali bertemu anak-anak di ruang yang sangat beragam: kota, kampung, perbatasan, hotel, rumah sakit, hingga pengungsian bencana.
Dari titik itu muncul kesadaran sederhana tetapi penting: mendongeng untuk anak Indonesia tidak mungkin ditopang oleh satu orang saja. Maka, komunitas ini dibangun agar cerita dapat berjalan lebih jauh daripada individu.
Alih-alih daftar paragraf panjang, perjalanan ini disusun sebagai timeline agar mudah melihat bagaimana gagasan kecil berkembang.
Pada 18 Mei 2009, Kampung Dongeng diresmikan sebagai gerakan sosial mendongeng untuk anak Indonesia.
Pertunjukan di sekolah, rumah sakit, pengungsian, dan daerah terpencil memperlihatkan bahwa gerakan ini perlu tumbuh melampaui satu orang pendongeng.
Pelajar, mahasiswa, guru, dosen, karyawan, dan profesional lain bergabung untuk menjadikan dongeng sebagai gerakan gotong royong.
Lebih dari 60 cabang dan sekitar 250 relawan di berbagai wilayah menjaga api gerakan ini tetap hidup untuk anak-anak Indonesia.
Dongeng dipakai bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk imajinasi, empati, dan karakter.
Sekolah, organisasi sosial, perusahaan, dan lembaga publik dapat masuk ke gerakan ini selama berpihak pada kepentingan anak.
Komunitas ini tidak dibatasi oleh golongan, agama, atau afiliasi politik tertentu. Fokusnya tetap pada dampak untuk anak Indonesia.
“Kami ingin mempersembahkan 1.000 Kampung Dongeng untuk Anak Indonesia.”
Kutipan ini menjadi penanda bahwa gerakan tidak berhenti pada pertunjukan, tetapi ingin menumbuhkan ekosistem cerita yang hidup di banyak daerah.
Visi Kampung DongengProgram hadir dari ulang tahun rumahan sampai rumah sakit dan wilayah bencana.
Selain mendongeng, tim juga melatih guru dan orang tua agar cerita hidup di ruang sehari-hari.
Kampung Dongeng ingin mempersembahkan 1.000 Kampung Dongeng untuk Anak Indonesia.